Laman

Haruskah wanita berkorban demi cinta?

Wanita Juga Harus Berkorban!


Kapan Anda terakhir kali berkorban untuk pasangan dan apa yang Anda korbankan? 



Keinginan Bella Swan untuk dijadikan vampir oleh Edward Cullen semakin tidak bisa dicegah lagi dalam film Eclipse, lanjutan dari kisah romantisme vampir Twilight dan New Moon. Banyak wanita yang tersentuh dan bahkan terinspirasi atas pengorbanan si Bella Swan demi kekasih tercinta. Namun dalam kehidupan nyata, apa Anda juga akan melakukan hal yang sama hanya untuk sebuah kata, cinta? Belum tentu! Mungkin Anda justru akan menuntut si vampir yang telah membuat Anda hampir terbunuh oleh vampir lain.

Sebagai pribadi yang mandiri, Anda dibentuk untuk menjadi seseorang yang memiliki impian, pekerjaan dan tahu apa yang diinginkan oleh dirinya sendiri. Anda tahu apa yang menjadi tujuan hidup, hubungan seperti apa yang Anda inginkan, dan bagaimana Anda diperlakukan. Oleh karena itu, ketika seseorang mendekat dalam kehidupan Anda, berbagai standar telah Anda siapkan untuk dipenuhi orang tersebut. Jika tidak memenuhi, tinggal memutuskan 'maaf, kita tidak cocok'.

Namun di suatu kesempatan, Anda juga bertanya-tanya mengapa rasanya tidak ada pria yang benar-benar mencintai Anda. Jika tidak terkesan hanya menginginkan harta Anda, rasanya si dia hanya bangga berstatus pacar Anda namun tidak pernah benar-benar memberikan perhatian dan kasih sayang yang dibutuhkan. Anda pun mulai berkubang pada pertanyaan, 'apakah ini memang takdir untuk menjadi wanita yang disakiti?'. Jangan salah, ini bukan masalah takdir tetapi cara berpikir yang tidak tepat.

Tukar kekuatan dengan cinta

Dalam tulisan berjudul Power, Love and Self Sacrifice, Henry Makow, Ph.D menyebutkan bahwa jika Anda ingin mendapatkan perhatian pria, beri dia kekuatan. Hubungan heteroseksual membutuhkan adanya pertukaran kekuatan wanita dengan cinta pria. Inilah pengorbanan wanita yang harus diberikan untuk mendapatkan semuanya. Pengorbanan wanita ini diwujudkan dalam bentuk kepercayaan, kesabaran, penerimaan, mau memahami, dukungan dan sebagainya.

Dalam dunia di mana pria dan wanita dianggap setara ini, banyak orang menetapkan standar yang ideal tanpa memperhatikan sifat dari pria dan wanita itu sendiri. Anda mandiri dan memiliki kehidupan yang berhasil, tetapi pada dasarnya Anda juga ingin dicintai dan berlindung di balik sosok pria yang memiliki segalanya lebih dari Anda. Sedangkan pria, Makow menyebutkan, pada dasarnya pria ingin berada di atas wanita, melindunginya dan untuk itu dia membutuhkan kekuatan untuk berprestasi dalam hidupnya, termasuk kekuatan dari Anda. Tentu Anda pernah mendengar quote "dibalik pria yang berhasil ada wanita yang kuat".

Ketika seorang pria merasa perhatian, dukungan dan semua yang Anda berikan adalah kekuatan baginya untuk bekerja sebaik-baiknya, mencapai semua prestasi yang diinginkannya, sudah tentu pria akan mencintai Anda dan memberikan semua yang dia miliki hanya untuk Anda. Dengan sendirinya dia akan takut kehilangan Anda karena cinta, bukan karena materi. Yang perlu Anda ingat adalah jangan salah memilih pria yang tepat untuk sebuah pengorbanan yang sangat berharga ini.

Jika Anda menunjukkan kekuatan dengan memaksakan kehendak, memintanya untuk menyesuaikan dengan kehidupan Anda yang sudah berhasil itu, apakah yang akan dicintai pria dari Anda? Apalagi jika Anda membanjirinya dengan berbagai kemewahan materi untuk menunjukkan eksistensi Anda. Tentu pria yang bertahan pada Anda juga bukan pria yang bisa diandalkan. Jadi dalam percintaan, korbankanlah sisi kuat Anda dan ganti dengan kasih sayang. (wo/miw)
 

1 komentar: